10 Bencana Teraneh di Dunia « Info Pilihan

 Info Terbaru   Resep Membuat Pecel Lele Sambal Lamongan • Borussia Dortmund vs Chievo ? • Rangkaian Seri dan Paralel Resistor • Cara Memanipulasi String Pada Java Netbeans • Cara Membuat Nomor Otomatis dengan PHP Web Dinamis • saham-saham grup HT • Pemain Top Luar Bakal Meramaikan ISL • Daftar Sementara Pembalap MotoGP 2015 • Hunter X Hunter (2011) Episode 140 Subtitle Indonesia ~ Mbah SERP • Pengertian Siklus PDCA • 4 Wanita Tercantik dalam Sejarah Tiongkok Kuno • Daftar Pemain dan Sinopsis Legenda 12 Bintang • Ao Haru Ride Episode 4 Subtitle Indonesia ~ Mbah SERP • Hertha Berlin vs Sevilla ? • Manchester City vs Liverpool ? • Harga ASUS Transformer Book Trio TX201LA • Biodata Ariel Noah Beserta Foto Terbaru • Penggunaan Statistika Dasar • Terbukti!! Camry Mobil Hybrid Terbaik Indonesia • Space☆Dandy 2 Episode 3 Subtitle Indonesia ~ Mbah SERP • 
10 Bencana Teraneh di Dunia
10. Amukan Gajah Hutan Chandka

Pada musim semi 1972, Area Hutan Chandka di India yang sudah dilanda kekeringan- diserang gelombang bahang juga. Gajah lokal, yang biasanya tidak menjadi masalah, menjadi gelisah karena suhu yang tinggi dan kurangnya air. Pada musim panas situasi semakin buruk. Puncaknya pada 10 juli, Segerombolan gajah-gajah mengamuk dan menyerang 5 desa, meninggalkan kerusakan besar-besaran.

9. Peracunan Massal di Basra

Bulan September 1971 pengiriman 90,000 metrik ton biji gandum tiba di pelabuhan Irak Basra. Jewawut Amerika dan gandum meksiko- yang telah diproses secara kimia dengan methyl-mercury untuk mencegah pembusukan- disemprot pink untuk mengindikasi bahwa sangat beracun dan tulisan peringatan tercetak jelas dibungkusnya- Cuma dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Sebelum didistribusikan ke petani, ternyata sudah dicuri dari dok dan dijual sebagai makanan ke penduduk yang kelaparan. Pemerintah Irak, malu atas kealpaan ini, singkat cerita dan tidak sampai dua tahun wartawan Amerika melaporkan bukti 6,530 rumah sakit menangani kasus keracunan merkuri. Pejabat pemerintah mengakui 459 meninggal, namun jumlah sebenarnya diperkirakan sekitar 6,000 dengan 100.000 lainnya menderita efek permanen seperti kebutaan, tuli dan kerusakan otak.

Baca Dari Sumber . . . .