Sejarah Shisha « Info Pilihan
 Baru Dipilih   Rumus rubik 3x3 ,cara paling mudah menyusun rubik | Sexy seleb • Sejarah Perkembangan Pro Evolution Soccer dari Masa ke Masa ~ fantasianara • Contoh Surat Wasiat • Daftar Laptop Terbaru Terbaik Harga Murah 2012 • Gambar vagina • Cara Ampuh Merapatkan Vagina | Secara Alami | eternyata.com • Cerita Cinta Mengharukan Sekali, Cerita Sedih bangettt...!!! | eternyata.com • Tips Trik Cara mengambil pulsa Orang Lain Lewat Internet • 4 Hal yang Diperlukan Tubuh Agar Selalu Fit • Fakta dan isu Tablet Android Honeycomb terbaik murah: Seo Blogger • Google Street View Abadikan Adegan Mesum Pasangan di Jalan Raya • Kumpulan Cerita Dewasa Sedarah Terbaru • G-Spot Wanita dan Cara Meransangnya • Cara Merawat Burung Pleci Supaya Cepet Gacor • Jadwal Tes Seleksi Honorer K2 Untuk Pengangkatan PNS • Melihat Pengmuman Kelulusan UN SMA 2012 di www.kemendiknas.go.id • Pengalaman Malam Pertama | Kisah Cerita MP • Kisah Cinta paling Mengharukan Sepanjang Masa ~ Rudhy's Informations • Kumpulan Kata kata Perpisahan Di SEKOLAH • Kontak Whatsapp Jablay 2013 • 
Sejarah Shisha
Image of Sejarah Shisha
Kata shisha berasal dari bahasa Persia, shishe, yang berarti gelas. Shishe merujuk pada tabung gelas alat merokok ala Timur Tengah. Tradisi shisha berawal dari India utara di kawasan Persia, Iran, tepatnya di kawasan perbatasan antara India dan Pakistan, di Negara Bagian Gujarat, Rajasthan, dan Sindh.
Saat Raja Akbar memimpin Kekaisaran Mughal, India (1542-1605), pakar fisika Abdul Fatah Jaelani, keturunan Abdul Qadir Jaelani, datang ke India dan menciptakan shisha.

Shisha disajikan seusai bersantap baklava atau kue-kue basah dan minum teh beraroma daun mint di sore hari.
Dari India, shisha menyebar ke Iran, Turki, Irak, dan Mesir. Selanjutnya meluas ke Asia Tengah dan sebagian Afrika Utara dan sejak dua tahun belakangan shisha meluas ke hampir seluruh belahan dunia.

Turki dan Mesir
Tahun 1554, Hakim dari Alepo dan Hems dari Damaskus membuka bar shisha pertama di Kerajaan Ottoman. Shisha pun cepat berkembang di banyak kedai kopi di Turki. Di masa pemerintahan Murat IV (1623-1640), shisha mencapai puncak keemasannya dan digunakan oleh mayoritas rakyat Turki.
Di abad ke-17, shisha mulai tampil seksi bersama sajian musik, hidangan mewah, dan tari perut. Di era pemerintahan Raja Salim III, di abad 19, shisha menjadi produk industri kerajinan, yaitu setelah dibukanya pabrik gelas di Beykoz oleh Mehmet Dede.
Di Mesir, di awal abad ke-20, shisha berkembang menjadi bagian dari budaya kosmopolit. Kafe shisha terpopuler di awal abad itu adalah Kafe Jamaluddin al-Afghani dan Kafe El-Fishawi.
Pelanggan mereka adalah Abdullah al-Nadim, sang orator revolusi Mesir 1919, Saad Zaghlul, perdana menteri pertama Mesir, serta sastrawan Mesir peraih Nobel 1988, Naguib Mahfouz.
Di akhir tahun 1980, seorang pedagang tembakau di Mesir mencampur tembakau shisha dengan sari buah. Langkah ini ternyata membuat shisha mendadak mendunia.
Kini, pengguna shisha bisa menikmati tiga jenis tembakau. Tembakau dengan campuran madu atau sirup yang disebut maasal (Arab), tembakau murni yang disebut tumbak atau ajami (Turki), serta tembakau yang dicampur ramuan tumbuhan dan minyak yang disebut jurak (India).
Baca Selengkapnya . . . .

  • Views 1051