Sejarah Cincin Kawin « Info Pilihan
 Baru Dipilih   Peringkat Sma Terbaik Di Indonesia 2012 Versi Depdiknas • Kontak Whatsapp Jablay 2013 • Peringkat Sma Terbaik Di Indonesia 2012 Versi Depdiknas • Kumpulan Foto Bencana Alam, Indah Namun Mengerikan • PEMILIHAN BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN ~ Berbagi Ilmu Modifikasi • Peringkat Sma Terbaik Di Indonesia 2012 Versi Depdiknas • Download Kartu NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) • Penyebab Pria Sering Mimpi Basah • Cara ampuh ajak cewek bertem dan kenalan • Video Seks Politisi PDIP • Video Kekerasan Guru Di Tembilahan Riau.. • Cara Alami Menebalkan Alis Dengan Cepat • Pantangan Makanan Untuk Penderita Miom • Tips Trik Cara mengambil pulsa Orang Lain Lewat Internet • Sekolah Nabilah Ratna Ayu Azalia • Foto Gokil, Keren Naruto Part I • 10 Urban Legend Paling Menyeramkan Di Jepang • Peringkat Sma Terbaik Di Indonesia 2012 Versi Depdiknas • Peringkat Sma Terbaik Di Indonesia 2012 Versi Depdiknas • Kumpulan Video Penampakan Hantu • 
Sejarah Cincin Kawin
Image of Sejarah Cincin Kawin
Sekarang ini kita menganggap cincin kawin sebagai sesuatu yang wajar. Namun, tradisi memberi cincin kawin sendiri telah berjalan berabad-abad yang lalu. Rumput yang dianyam, kemungkinan yang pertama dipakai sebagai ikatan perkawinan. Cincin pertunangan bermata berlian pertama kali digunakan menjelang abad ke-15, yaitu cincin pertunangan yang diberikan Pangeran Maximillian dari Austria kepada Mary of Burgundy.

Intan yang pertama kali ditemukan lebih dari 2000 tahun yang lalu itu hingga kini dianggap sebagai batu penghias terbaik. Ini disebabkan daya tahan alami yang dimiliki intan tersebut (Adamas = tak terkalahkan), sehingga menjadi lambang keberanian yang tak terkalahkan. Intan yang dikenal sebagai batu mulia terkeras itu kemudian dipakai sebagai simbol cinta abadi sepasang manusia.
Sinar yang terpancar dari dalam intan juga dipandang sebagai gelora cinta. Pada abad ke-16, cincin model baru tersebut disebut Gimmel atau cincin kembar menjadi trend. Ketika menikahi Catherine Bara, Martin Luther menggunakan cincin model ini. Pada abad ke-17, cincin kembar dihiasi dengan simbol romantis lainnya, dua tangan yang sedang berpegangan (lambang kesetian orang Italia). Kadang-kadang masih ditambahi dengan intan berbentuk hati dan anak panah Dewi Asmara. Cincin Tandan (bertingkat) juga sangat populer. Biasanya di tengahnya ada batu yang dikelilingi intan-intan kecil. Di abad ke-18, memahatkan syair pada cincin kawin menjadi trend. Menjelang akhir abad ke-18, pahatan cinta tidak lagi ditulis di dalam cinta tetapi dipahat di luar cincin.
Sesudah abad ke-19, intan semakin mudah diperoleh dengan ditemukannya tambang-tambang baru sejalan dengan revolusi industri. Akibatnya, lambang status ini semakin banyak dipakai masyarakat umum. Pada akhir abad ke-19, orang lebih mengutamakan batuannya sendiri daripada cincinnya. Awal abad ke-20, platina mulai disukai karena lebih kuat daripada perak maupun emas dan bisa memegang intan dengan baik. Tradisi cincin intan berlangsung dari abad ke abad dan selalu muncul bentuk-bentuk baru. Cincin Tandan, Soliter, dua tangan yang menggenggam hati, ini semua merupakan motif yang menjadi simbol dan komitmen cinta dari cincin pertunangan dan perkawinan. Selama ini kita hanya tahu bahwa yang namanya cinta adalah suatu perasaan yang mendasari seseorang untuk menjalin hubungan dengan orang lain.
Baca Selengkapnya . . . .

  • Views 592